Dari Bootcamp USAID ke Publikasi SINTA 3: Inovasi Verifikasi Hilal Berbasis AI Karya Mahasiswa Prodi Ilmu Falak UIN Suna
Lhokseumawe — Inovasi dalam bidang ilmu falak terus berkembang seiring dengan pemanfaatan teknologi digital. Ravik Walhidayah, mahasiswa Program Studi Ilmu Falak Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, berhasil mengembangkan prototype sistem verifikasi hilal berbasis Artificial Intelligence (AI) sebagai bagian dari temuan riset akademiknya.
Prototype ini dirancang untuk membantu proses verifikasi citra hilal secara lebih objektif dan terukur, dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan dalam menganalisis citra rukyat. Sistem tersebut berfungsi sebagai alat bantu ilmiah dalam mengurangi subjektivitas pengamatan visual hilal, yang selama ini kerap menjadi tantangan dalam penentuan awal bulan Hijriah.
Pengembangan prototype ini telah menghasilkan luaran akademik berupa publikasi pada jurnal nasional terakreditasi. Temuan Ravik dipublikasikan dalam Al-Hilal: Journal of Islamic Astronomy (SINTA 3) pada artikel berjudul “Verification of Hilāl Image Using AI-Based Web Tool in Aceh Jaya”. Selain itu, pengembangan konseptual dan teknis sistem AI untuk deteksi dan verifikasi hilal juga dipublikasikan dalam Jurnal Al-Marshad (SINTA 3) melalui artikel “Application of Artificial Intelligence in Automatic Crescent Moon Detection System Using Teachable Machine Model on Web Platform”.
Prototype yang dikembangkan berbentuk aplikasi berbasis web, yang memanfaatkan model pembelajaran mesin (machine learning) untuk mengidentifikasi karakteristik citra hilal dari data visual hasil rukyat. Sistem ini memungkinkan proses verifikasi dilakukan secara lebih sistematis, transparan, dan dapat direplikasi dalam berbagai konteks pengamatan.
Pengembangan prototype ini tidak terlepas dari pengalaman Ravik yang sebelumnya mengikuti Program Talenta Bootcamp USAID selama kurang lebih enam bulan. Program Talenta Accelerator 2024, sebuah program pengembangan talenta digital hasil kolaborasi USAID dan Amazon Web Services (AWS). Ravik mengikuti bootcamp Talenta pada tahun 2024, yang memberikan pembekalan intensif terkait pengembangan solusi digital, pemanfaatan teknologi cloud, serta penerapan kecerdasan buatan. Pengalaman tersebut turut mendukung kemampuan teknis Ravik dalam merancang dan mengimplementasikan prototype verifikasi hilal berbasis AI.
Meski demikian, Ravik menegaskan bahwa prototype yang dikembangkan masih terbuka untuk pengembangan lanjutan. Ke depan, sistem ini masih dapat disempurnakan melalui penambahan dataset citra hilal, peningkatan akurasi model AI, serta pengujian pada berbagai kondisi astronomis dan geografis agar semakin optimal dan aplikatif.
Pihak Program Studi Ilmu Falak menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut, karena temuan ini menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan kajian ilmu falak klasik dengan teknologi modern. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi kontribusi akademik yang berkelanjutan, sekaligus membuka peluang pengembangan riset lanjutan dalam bidang astronomi Islam berbasis teknologi digital.