Kondisi Hilal Awal Syakban 1446 H di Indonesia
Menurut Dr. Tgk. Ismail, S.Sy., M.A selaku Ketua Jurusan Ilmu Falak Fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe, awal bulan Syakban 1446 H juga menjadi hal yang sudah mulai sering ditanyakan, hal ini tentunya untuk keperluan ibadah dan keperluan social keagamaan lainnya. Untuk mengetahui kapan awal bulan Syakban 1446 H, ada beberapa data astronomis yang harus diketahui. Data hilal di Indonesia saat matahari terbenam Rabu 29 Januari 2025 atau 29 Rajab 1446 H adalah sebagai berikut;
Pertama, konjungsi geosentrik atau ijtma’ yaitu peristiwa ketika nilai bujur ekliptika Bulan sama dengan nila ekliptika Matahari dengan diandaikan pengamat berada di pusat Bumi. Peristiwa ini kembali terjadi pada Rabu 29 Januari 2025 pukul 19.35.53 Wib.
Kedua, tinggi hilal di atas ufuk barat pada hari Rabu tanggal 29 Januari 2025 M atau 29 Rajab 1446 H saat matahari terbenam diseluruh Indonesia berkisar antara -00 derajat 54,56 menit busur (tertinggi) di Banda Aceh, sampai dengan -01 derajat 54,57 menit busur (terendah) di Jayapura.
Ketiga, sudut elongasi bulan adalah jarak sudut antara pusat piringan bulan dengan pusat piringan matahari yang terbentuk saat Matahari terbenam di tempat pengamatan. Nilai sudut elogasi Bulan saat Matahari terbenam pada hari Rabu 29 Januari 2025 atau 29 Rajab 1446 H diseluruh Indonesia berkisar antara 04 derajat 25,28 menit busur (tertinggi) di Jayapura, sampai 03 derajat 53,47 menit busur (tertinggi) di Banda Aceh.
Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa kondisi hilal di seluruh Indonesia belum wujud di atas ufuk saat Matahari terbenam 29 Januari 2025 atau 29 Rajab 1446 H dan belum terpenuhi kriteria awal bulan Hijriah yang dipakai di Indonesia. Atas dasar tersebut dapat dipastikan bahwa awal bulan Syakban 1446 H jatuh pada hari Jumat 31 Januari 2025 dengan menggenapkan jumlah bilangan bulan Rajab 1446 H berjulah 30 hari. Malam Nisfu Syakban 1446 H bertepatan hari Kamis malam Jumat 13 Februari 2025.