Jurusan Ilmu Falak UIN Suna Lhokseumawe Perkenalkan Falak di kancah Internasional pada Expo Educational AICIS 2025

Depok — Jurusan Ilmu Falak Fakultas Syariah UIN Suna Lhokseumawe turut berpartisipasi dalam Expo Educational AICIS 2025 yang berlangsung di kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Depok, 29–31 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari ajang Annual International Conference on Islam, Science, and Society (AICIS) yang tahun ini mengusung tema “Islam, Ecotheology and Technological Transformation: Multidisciplinary Innovations for an Equitable and Sustainable Future.”

Expo Educational AICIS 2025 menampilkan berbagai karya dan inovasi pendidikan dari perguruan tinggi Islam di Indonesia, lembaga riset, serta mitra internasional. Dalam kesempatan ini, Jurusan Ilmu Falak UIN Suna Lhokseumawe hadir dengan menampilkan hasil riset, media pembelajaran falak, dan dokumentasi kegiatan edukatif yang menunjukkan integrasi antara sains astronomi dan nilai-nilai Islam.

Stan pameran jurusan menjadi salah satu yang menarik perhatian pengunjung, termasuk peserta internasional yang hadir dari berbagai negara. Mereka antusias menanyakan tentang sistem pembelajaran falak, praktik rukyat hilal, hingga pendekatan budaya lokal Aceh dalam memahami arah kiblat dan kalender hijriah.

“Keikutsertaan kami di Expo Educational AICIS 2025 merupakan upaya memperkenalkan potensi dan karakter keilmuan falak dari Aceh ke panggung internasional. Ilmu falak tidak hanya berbicara tentang perhitungan astronomi, tetapi juga nilai-nilai spiritual dan budaya yang menyertainya,” ujar perwakilan Jurusan Ilmu Falak UIN Suna Lhokseumawe.

Selain memperkenalkan program studi, partisipasi ini juga menjadi sarana memperluas jaringan akademik dan riset lintas negara. Melalui forum internasional seperti AICIS, Jurusan Ilmu Falak berkomitmen terus mengembangkan keilmuan falak yang kontekstual, kolaboratif, dan berdaya saing global.

Kehadiran UIN Suna Lhokseumawe dalam Expo Educational AICIS 2025 sekaligus menegaskan kontribusi nyata perguruan tinggi Islam daerah dalam percakapan global tentang integrasi agama, sains, dan teknologi — menjadikan falak bukan hanya ilmu langit, tetapi juga jembatan dialog antarbangsa dan budaya.

Share this Post