Jurusan Ilmu Falak UIN Suna Lhokseumawe Kenalkan Praktik Rukyatul Hilal kepada Siswa Madrasah
Lhokseumawe — Puluhan siswa dari berbagai madrasah di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe tampak antusias mengikuti kegiatan Pelatihan dan Praktik Observasi Hilal yang diselenggarakan oleh Jurusan Ilmu Falak Fakultas Syariah UIN Sultanah Nahrasiyah (UIN Suna) Lhokseumawe, pada Kamis, 6 November 2025.
Kegiatan dimulai di Aula Fakultas Syariah UIN Suna Lhokseumawe dan dilanjutkan dengan sesi praktik di Observatorium Falak Malikussaleh, yang berlokasi di Lab Center kampus UIN Suna Lhokseumawe. Acara ini menjadi bagian dari program edukasi astronomi Islam bagi pelajar madrasah tingkat atas.
Peserta kegiatan berasal dari beberapa madrasah, yaitu MAS Jabal Nur, MAS Ihyaussunnah, MAN 6 Aceh Utara, MAN 4 Aceh Utara, MAN Kota Lhokseumawe, dan MAS Syamsudduha.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Ketua Jurusan Ilmu Falak, diikuti oleh pembukaan resmi oleh Dekan Fakultas Syariah. Dalam sambutannya, dekan menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme para siswa dan menegaskan pentingnya kegiatan semacam ini dalam memperkenalkan astronomi Islam secara ilmiah dan aplikatif.
“Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan ketertarikan siswa terhadap ilmu falak, sekaligus memberikan pengalaman langsung dalam mengamati fenomena hilal yang menjadi dasar penentuan kalender hijriah,” ujar dekan Fakultas Syariah UIN Suna Lhokseumawe.
Materi utama disampaikan oleh Ruslandi, S.H, dengan topik “Teknik dan Signifikansi Rukyatul Hilal dalam Perspektif Ilmu Falak.” Dalam paparannya, beliau menjelaskan proses penentuan awal bulan hijriah, aspek astronomi dalam rukyat, serta tantangan sinkronisasi kalender Islam modern.
Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, dengan banyak peserta yang mengajukan pertanyaan tentang perbedaan antara hisab dan rukyat serta metode pengamatan hilal yang digunakan di Indonesia.
Usai pemaparan materi, peserta diarahkan menuju Observatorium Falak Malikussaleh di Lab Center UIN Suna Lhokseumawe untuk praktik langsung rukyatul hilal menggunakan teleskop. Dalam sesi ini, para siswa belajar mengarahkan teleskop, mengenali posisi bulan di ufuk barat, serta memahami faktor-faktor astronomis yang memengaruhi visibilitas hilal.
“Ini pengalaman pertama kami melihat hilal menggunakan teleskop. Sangat menarik dan menambah pengetahuan kami tentang bagaimana penentuan awal Ramadan atau Syawal dilakukan,” ungkap salah satu peserta dari MAN 6 Aceh Utara.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan plakat kepada pemateri, sesi foto bersama, dan penutupan oleh moderator. Melalui kegiatan ini, Jurusan Ilmu Falak Fakultas Syariah UIN Suna Lhokseumawe menunjukkan komitmennya untuk memperkuat literasi astronomi Islam di kalangan pelajar, menjadikan observatorium kampus sebagai pusat pembelajaran praktis falak di Aceh Utara.