Fakultas Syariah UIN SUNA Sukses Gelar Seminar Internasional tentang Wakaf

Lhokseumawe – Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasyiah (UIN SUNA) Lhokseumawe sukses menggelar Seminar Internasional bertajuk “Revitalizing Islamic Endowment for Sustainable Development: Comparative Perspectives on Waqf Development in Malaysia and Indonesia” pada Rabu (3/6/2026). Kegiatan yang berlangsung secara hybrid di Aula Fakultas Syariah tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-57 UIN SUNA dan dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Danial, S.Ag., M.Ag., Rektor UIN Sultanah Nahrasyiah Lhokseumawe.

Seminar menghadirkan narasumber dari Malaysia dan Indonesia, yaitu Prof. Dato’ Dr. Wan Kamal Mujani dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Dr. Imam Yazid, M.A. dari UIN Sumatera Utara, Sufrizal, Lc., M.Sh. dari IAIN Langsa, serta Ramadhan, Lc., M.A. dari Fakultas Syariah UIN SUNA. Kegiatan ini diikuti dosen, mahasiswa, praktisi wakaf, serta para pemerhati ekonomi dan hukum Islam.

Dalam sambutannya, Rektor UIN SUNA menegaskan bahwa Aceh memiliki potensi wakaf yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, Aceh memiliki dukungan regulasi dan kelembagaan yang kuat, mulai dari keberadaan Qanun, Baitul Mal yang memiliki fokus kerja pada pengelolaan wakaf, Dinas Syariat Islam, hingga Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU). Selain itu, hampir setiap gampong di Aceh memiliki aset wakaf yang dapat dioptimalkan pemanfaatannya. Di tingkat nasional, pengembangan wakaf juga didukung oleh keberadaan Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Rektor berharap seminar internasional ini dapat memantik lahirnya gagasan dan pemikiran baru yang mendorong pengelolaan wakaf yang lebih produktif, profesional, dan berdampak nyata bagi pembangunan ekonomi serta sosial masyarakat Aceh dan Indonesia. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh narasumber yang telah berbagi pengalaman dan keilmuan dalam forum akademik tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UIN SUNA mengundang para akademisi dari Malaysia untuk terus terlibat dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di UIN SUNA, baik melalui kegiatan pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, kolaborasi internasional yang berkelanjutan akan memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi Islam dalam pengembangan peradaban dan kesejahteraan umat.

Share this Post