Fakultas Syariah UIN SUNA dan OIF UMSU Perkuat Kerjasama
Medan — Fakultas Syariah UIN Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menjalin kerja sama strategis dengan Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF UMSU) dalam upaya memperkuat pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang Ilmu Falak. Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut berlangsung di Gedung Pascasarjana UMSU, Medan, Senin (18/5).
Perjanjian kerja sama ditandatangani langsung oleh Dekan Fakultas Syariah UIN SUNA, Dr. Ja’far, M.A., dan Kepala OIF UMSU, Dr. Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, M.A. Dalam kegiatan itu, Dr. Ja’far turut didampingi Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan, Yoesrizal Muhammad Yoesoef, M.Sh., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Husnaini, S.Ag., M.Ag., serta Kepala Bagian Tata Usaha, M. Lukman, S.Kom.
Dr. Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar menjelaskan bahwa pendirian OIF UMSU dilatarbelakangi oleh minimnya tenaga ahli Ilmu Falak di lingkungan perguruan tinggi swasta, khususnya di Sumatera Utara. Kondisi tersebut, menurutnya, berdampak pada rendahnya pemahaman masyarakat mengenai esensi penentuan waktu ibadah, termasuk awal puasa dan hari raya. Karena itu, OIF UMSU hadir sebagai pusat pengkaderan, pelatihan, dan penelitian Ilmu Falak yang dilakukan secara profesional dan berkelanjutan. Ia menambahkan, OIF UMSU memiliki visi menjadi pusat Ilmu Falak unggul di tingkat nasional dan internasional dengan memadukan khazanah Islam dan sains modern berdasarkan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Untuk mewujudkan visi tersebut, OIF UMSU menjalankan berbagai program pelatihan, penelitian interdisipliner, pengabdian kepada masyarakat, serta membangun kerja sama dengan berbagai lembaga dalam pengembangan Ilmu Falak.
Sementara itu, Dr. Ja’far menyambut baik kolaborasi tersebut dan menilai kerja sama ini menjadi langkah penting dalam memperkuat jejaring akademik antarperguruan tinggi. Menurutnya, pengembangan Ilmu Falak tidak hanya relevan bagi kepentingan akademik, tetapi juga memiliki dampak langsung bagi kehidupan keagamaan masyarakat. Melalui sinergi ini, kedua institusi diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang kompeten dan berkontribusi dalam pengembangan kajian astronomi Islam di Indonesia.