Fakultas Syariah UIN SUNA Sukses Gelar Konferensi Internasional

Lhokseumawe — Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe sukses menyelenggarakan Nahrasiyah International Conference on Islamic and Legal Studies (NAHRALIS) 2026 pada 29–30 Juli 2026 secara hibrida. Konferensi internasional bertema Islam, Law and Global Futures: Advancing Peace, AI Ethics, and Sustainable Development ini mempertemukan ilmuwan dari tiga benua—Amerika, Eropa, dan Asia—yang berasal dari enam negara. Para pembicara utama terdiri atas Prof. Ronald A. Lukens-Bull (University of North Florida, Amerika Serikat), Riaz Ahmad Saeed, Ph.D. (National University of Modern Languages, Pakistan), Prof. Rüdiger Lohlker (University of Vienna, Austria), Prof. Mesut Idriz (University of Sharjah, Uni Emirat Arab), Prof. Madya Dr. Umar Muhammad Noor (Universiti Kebangsaan Malaysia, Malaysia), serta Muhammad Syahrial Razali Ibrahim, Ph.D. (UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Indonesia). Sebanyak 73 presenter dari berbagai perguruan tinggi turut mempresentasikan hasil riset mereka dalam sesi paralel, sementara seluruh makalah yang telah memenuhi ketentuan akan diterbitkan dalam prosiding konferensi.

Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, S.Ag., M.Ag., menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan konferensi yang memasuki tahun kedua tersebut. Menurutnya, NAHRALIS merupakan wujud komitmen universitas dalam memperkuat budaya akademik, meningkatkan kapasitas dosen, peneliti, mahasiswa, dan ilmuwan, sekaligus memperluas jejaring kerja sama nasional maupun internasional. Ia berharap forum ini melahirkan gagasan akademik yang inovatif dan solutif dalam menjawab tantangan global, mulai dari etika kecerdasan buatan, perdamaian dunia, hingga pembangunan berkelanjutan berbasis nilai-nilai Islam. Rektor juga menegaskan harapannya agar kolaborasi riset dan publikasi internasional yang terbangun melalui NAHRALIS terus berkembang pada masa mendatang.

Dekan Fakultas Syariah UIN Sultanah Nahrasiyah, Dr. Ja'far, M.A., menyebutkan bahwa keberhasilan menghadirkan ilmuwan dari tiga benua merupakan bukti semakin luasnya jejaring akademik internasional yang dibangun fakultas. Menurutnya, NAHRALIS tidak hanya menjadi ruang pertukaran gagasan ilmiah, tetapi juga menjadi awal lahirnya kolaborasi riset, publikasi bereputasi, dan kemitraan internasional yang berkelanjutan dalam pengembangan studi Islam dan hukum. Ia menegaskan bahwa seluruh artikel yang telah lolos proses editorial akan diterbitkan dalam prosiding konferensi sebagai kontribusi nyata terhadap pengembangan khazanah keilmuan.

Melihat antusiasme peserta dan tingginya kualitas diskusi akademik, Fakultas Syariah memastikan NAHRALIS akan menjadi agenda ilmiah tahunan. Penyelenggara berharap konferensi ini terus berkembang sebagai forum internasional yang mempertemukan para akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk menghasilkan pemikiran yang berdampak bagi masyarakat global. Dengan berakhirnya NAHRALIS 2026, panitia pun menyampaikan undangan terbuka kepada para ilmuwan dunia: Sampai jumpa di NAHRALIS 2027.

Share this Post