Akademisi UKM Malaysia Tampil di NAHRALIS 2026 Sampaikan Moderasi Islam di Nusantara

Lhokseumawe – Gagasan tentang pentingnya menjaga tradisi Islam moderat di kawasan Nusantara menjadi salah satu pembahasan utama dalam Nahrasiyah International Conference on Islamic and Legal Studies (NAHRALIS) 2026 yang diselenggarakan Fakultas Syariah UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, 29–30 Juli 2026. Konferensi internasional yang mengusung tema “Islam, Law and Global Futures: Advancing Peace, AI Ethics, and Sustainable Development” tersebut menghadirkan akademisi dari berbagai negara untuk mendiskusikan kontribusi Islam dalam membangun masyarakat damai, inklusif, dan berkelanjutan.

Salah seorang pembicara adalah Profesor Madya Dr. Umar Muhammad Noor dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Malaysia, yang menyampaikan makalah berjudul “Al-Wasatiyyah al-Islamiyyah fi Nusantara: Namudzaj lil Mujtama'at al-Silmiyyah wa al-Mu'tadilah” (Moderasi Islam di Nusantara: Model bagi Masyarakat yang Damai dan Moderat). Dr. Umar merupakan akademisi bidang studi Islam dan hadis yang kini bertugas sebagai Profesor Madya di Fakulti Pengajian Islam, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Ia juga tercatat sebagai anggota Majelis Fatwa Pejabat Mufti Negeri Sabah serta Panel Pemikir Hadis Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM).

Dalam pemaparannya, Dr. Umar menjelaskan bahwa karakter Islam di Nusantara sejak awal berkembang melalui jalur damai yang dibawa para pedagang dan ulama, sehingga melahirkan tradisi keagamaan yang moderat, toleran, dan berlandaskan akidah Ahlussunnah wal Jamaah, khususnya mazhab Asy'ari. Menurutnya, prinsip wasatiyyah tercermin dalam sikap menghindari mudah mengafirkan pihak lain, menghargai perbedaan pendapat, serta memilih pandangan fikih yang lebih maslahat bagi masyarakat. Ia juga menyoroti pengalaman Malaysia dan Singapura dalam memperkuat moderasi melalui regulasi keagamaan, otoritas fatwa, dan pengawasan terhadap pengajaran agama sebagai langkah mencegah berkembangnya paham ekstrem. Karena itu, ia menegaskan bahwa moderasi merupakan identitas asli Islam Nusantara yang harus terus dipelihara melalui kolaborasi ulama, pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat.[]

Share this Post