Dosen NUML Islamabad Pakistan Menjadi Keynote Speaker NAHRALIS 2026

Lhokseumawe – Komitmen membangun perdamaian dunia melalui penguatan dialog antaragama menjadi salah satu isu utama dalam Nahrasiyah International Conference on Islamic and Legal Studies (NAHRALIS) 2026 yang diselenggarakan Fakultas Syariah UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe pada 29–30 Juli 2026. Dalam konferensi internasional yang diikuti akademisi, peneliti, mahasiswa, dan praktisi dari berbagai negara tersebut, Riaz Ahmad Saeed, Ph.D. dari National University of Modern Languages (NUML), Islamabad, Pakistan, tampil sebagai salah satu pembicara utama. Melalui paparannya, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan dialog antaragama sebagai gerakan kolaboratif dalam mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan.

Menurut Dr. Saeed, perdamaian global tidak dapat diwujudkan apabila dialog antaragama hanya berhenti pada tataran konsep atau seremoni semata. Dialog harus diwujudkan dalam bentuk kolaborasi nyata yang melibatkan pemimpin agama, akademisi, pendidik, pembuat kebijakan, dan masyarakat luas. Melalui kerja sama tersebut, dialog menjadi sarana membangun rasa saling percaya, saling menghormati, dan saling memahami di tengah keberagaman agama dan budaya. Ia juga menekankan bahwa lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab strategis dalam menanamkan nilai-nilai toleransi, moderasi, dan penghormatan terhadap keberagaman kepada generasi muda sehingga mampu melahirkan masyarakat yang damai, inklusif, dan berkeadaban.

Lebih lanjut, Dr. Saeed mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi penguatan dialog antaragama. Maraknya misinformasi, ujaran kebencian, dan polarisasi di media sosial menuntut peningkatan literasi digital, komunikasi yang beretika, serta tanggung jawab kolektif dalam menjaga ruang publik yang sehat. Di sisi lain, kemajuan teknologi membuka ruang yang lebih luas bagi kerja sama lintas agama dan lintas negara melalui dialog yang inklusif dan konstruktif. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa penguatan pendidikan, kepemimpinan yang berintegritas, serta kolaborasi global merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan yang damai, adil, dan berkelanjutan.

Riaz Ahmad Saeed, Ph.D. merupakan akademisi terkemuka yang saat ini menjabat sebagai Head of the Department of Islamic Thought and Culture di National University of Modern Languages (NUML), Islamabad, Pakistan. Ia meraih gelar doktor dalam bidang Study of Religions and Thoughts dari University of the Punjab serta menyelesaikan program postdoctoral fellowship di International Islamic University Islamabad dengan fokus kajian minoritas agama dan dialog lintas iman. Selama lebih dari 17 tahun berkiprah di dunia akademik, Dr. Saeed telah menerbitkan lebih dari 70 artikel ilmiah, menulis sejumlah buku mengenai dialog antaragama, perdamaian, dan hak-hak minoritas, serta aktif menjadi pembicara pada berbagai forum internasional. Atas dedikasinya, ia menerima berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya HEC Best Paper Award, NUML Research Excellence Award, Best Teacher Award, dan Allama Iqbal National Award, sekaligus memimpin berbagai inisiatif nasional maupun internasional dalam penguatan harmoni antaragama dan pembangunan perdamaian.[]

Share this Post