Dekan Fakultas Syariah Jabat Ketua Tim Peneliti tentang Islam di Sabah, Malaysia
Lhokseumawe – Dekan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe, Dr. Ja'far, M.A., memimpin tim riset kolaborasi internasional yang mengkaji sejarah dakwah Islam di Negeri Sabah, Malaysia. Penelitian tersebut menghasilkan laporan penelitian berjudul Al Washliyah di Negeri Sabah, Malaysia, yang mengungkap peran mubaligh Indonesia dalam perkembangan dakwah dan pendidikan Islam di Sabah sejak dekade 1970-an. Penelitian ini dibiayai secara kolaboratif oleh sejumlah perguruan tinggi dan organisasi Islam di Indonesia dan Malaysia.
Sebagai Ketua Tim Peneliti, Dr. Ja'far memimpin penelitian yang melibatkan akademisi dan peneliti dari Indonesia serta Malaysia. Tim yang terdiri atas dosen tiga perguruan tinggi di Indonesia: UMN Al Washliyah, UNIVA Medan, dan UNADA Banda Aceh; pengurus PPLN Al Washliyah Malaysia; dan pengurus Pertubuhan Kebajikan Islam Sabah (PERKIS) Bahagian Kota Kinabalu, melakukan penelusuran dokumen sejarah, wawancara dengan tokoh-tokoh yang masih hidup, serta observasi lapangan untuk merekonstruksi perjalanan dakwah Islam di Sabah yang selama ini belum banyak terdokumentasikan dalam karya ilmiah.
Menurut Dr. Ja'far, penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa sejarah perkembangan Islam di Sabah selama ini lebih banyak ditulis dari perspektif institusi lokal, sementara kontribusi mubaligh Indonesia dalam membangun pendidikan Islam dan pembinaan umat belum memperoleh perhatian yang memadai. Karena itu, tim berupaya menghadirkan rekonstruksi sejarah berdasarkan sumber-sumber primer agar dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai perkembangan dakwah Islam di Sabah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 1974, pemerintah Sabah di bawah kepemimpinan Tun Datu Mustapha berinisiatif memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat Muslim dengan menghadirkan tenaga pendakwah dari Indonesia. Atas permintaan Tun Mustapha kepada Buya Hamka, sejumlah mubaligh Indonesia dikirim ke berbagai daerah di Sabah untuk menjadi guru agama sekaligus pembina masyarakat. Mereka tidak hanya mengajarkan ilmu-ilmu keislaman, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan lembaga pendidikan, pembinaan generasi muda, dan penguatan kehidupan sosial-keagamaan masyarakat Muslim Sabah.
Penelitian menggunakan pendekatan historis dan sosiologis dengan memadukan studi kepustakaan, wawancara mendalam, serta observasi lapangan di Indonesia dan Malaysia. Pendekatan tersebut memungkinkan tim merekonstruksi perjalanan dakwah secara komprehensif, sekaligus memperlihatkan eratnya hubungan keagamaan antara Indonesia dan Malaysia yang telah terjalin selama lebih dari setengah abad.
Dr. Ja'far berharap hasil penelitian ini dapat memperkaya khazanah historiografi Islam di Asia Tenggara sekaligus menjadi referensi bagi pengembangan studi sejarah dakwah, pendidikan Islam, dan hubungan keagamaan lintas negara. Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi internasional seperti ini merupakan bagian dari komitmen Fakultas Syariah UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe dalam memperkuat riset yang berdampak bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kerja sama akademik di tingkat regional.[]