Fakultas Syariah UIN SUNA Gelar Seminar, Workshop dan Launching PUSAKA Aceh Sambut Milad ke-57

Lhokseumawe – Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe menggelar serangkaian kegiatan akademik dalam rangka menyemarakkan Milad ke-57 UIN SUNA. Rangkaian kegiatan ini mencakup seminar internasional, workshop, seminar nasional, peluncuran PUSAKA Aceh (Pusat Kajian Syariah dan Kearifan Aceh), promosi buku karya dosen dan mahasiswa, serta berbagai kegiatan sosial dan lingkungan. Seluruh agenda dirancang sebagai upaya memperkuat tradisi akademik, memperluas jejaring keilmuan, serta meningkatkan kontribusi Fakultas Syariah terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Seminar Internasional bertajuk “Revitalizing Islamic Endowment for Sustainable Development: Comparative Perspectives on Waqf Development in Malaysia and Indonesia” yang telah dilaksanakan pada Rabu, 3 Juni 2026. Seminar ini menghadirkan Prof. Dato’ Dr. Wan Kamal Mujani dari Universiti Kebangsaan Malaysia, Dr. Imam Yazid, M.A. dari UIN Sumatera Utara, Sufrizal, Lc., M.Sh. dari IAIN Langsa, serta Ramadhan, Lc., M.A. dari Fakultas Syariah UIN SUNA. Para pembicara membahas pengembangan wakaf produktif, tata kelola wakaf modern, dan kontribusi wakaf dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Malaysia dan Indonesia.

Selanjutnya, Fakultas Syariah menyelenggarakan Workshop Peningkatan Pemahaman Keagamaan yang Ramah, Inklusif, dan Bernilai Kebangsaan bagi Mahasiswa pada Selasa, 9 Juni 2026. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari PSGA LPPM UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe dan Dr. Haidir Lubis, M.Pd., dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah. Workshop tersebut bertujuan memperkuat pemahaman keagamaan mahasiswa yang moderat, toleran, dan menghargai keberagaman dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dibekali wawasan tentang pentingnya membangun sikap keagamaan yang ramah dan inklusif sebagai upaya menjaga kerukunan, persatuan, serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat yang majemuk. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara tiga lembaga.

Puncak kegiatan akan dibuka secara resmi oleh Rektor UIN SUNA, Prof. Dr. Danial, M.Ag., pada 10 Juni 2026. Pembukaan tersebut dirangkaikan dengan pelaksanaan tiga seminar nasional, peluncuran PUSAKA Aceh, serta promosi buku karya dosen dan mahasiswa Fakultas Syariah.

Seminar Nasional pertama mengangkat tema Hukum Tata Negara (Siyasah), yaitu “Dinamika Pemikiran Politik Islam Kontemporer: Perspektif Global dan Lokal.” Seminar ini menghadirkan Dr. Abdul Hafiz Harahap, M.I.Kom., anggota Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI dan dosen Universitas Sumatera Utara, Dr. Ahmad Khoirul Fata, M.Fil.I. dari UIN Sunan Ampel Surabaya, dan Dr. Taufiqul Hadi, Lc., M.A. dari Fakultas Syariah UIN SUNA. Para narasumber membahas perkembangan pemikiran politik Islam, relasi agama dan negara, serta tantangan politik Islam di era kontemporer.

Seminar Nasional berikutnya membahas Hukum Keluarga Islam dengan tema “Kewenangan Mahkamah Syar’iyah dalam Penyelesaian Perkara Jinayat di Aceh.” Seminar ini menghadirkan Dr. Munadi, M.A. dari Fakultas Syariah UIN SUNA, Dr. Ismed Batubara, M.H. dari Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah, serta Gunawan, S.H.I., M.H., Ketua Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren. Diskusi berfokus pada perkembangan kewenangan peradilan syariah, implementasi hukum jinayat, dan penguatan sistem hukum Islam di Aceh.

Sementara itu, Seminar Nasional Ilmu Falak mengangkat tema “Menelaah Manuskrip, Otoritas Ulama, dan Peran Organisasi Islam dalam Bidang Falak.” Seminar ini menghadirkan Prof. Dr. Watni Marpaung, M.A. dari UIN Sumatera Utara, Dr. Irwansyah, M.H.I. dari Universitas Al Washliyah Medan dan Lembaga Hisab Rukyat Al Washliyah, Masykur Syafruddin selaku Direktur Pedir Museum, serta Hasna Tuddar Putri, M.S.I. dari Fakultas Syariah UIN SUNA. Seminar membahas khazanah manuskrip falak Nusantara, peran ulama dalam pengembangan ilmu falak, dan kontribusi organisasi Islam dalam penentuan kalender hijriah.

Pada momentum yang sama, Fakultas Syariah juga meluncurkan PUSAKA Aceh (Pusat Kajian Syariah dan Kearifan Aceh) sebagai pusat riset yang akan mengembangkan kajian syariah, adat dan budaya Aceh, sejarah intelektual ulama, serta berbagai isu kontemporer terkait penerapan hukum Islam. Kehadiran lembaga ini diharapkan menjadi pusat kolaborasi penelitian yang mampu memperkuat posisi UIN SUNA sebagai kampus peradaban yang berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan berbasis nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal Aceh.

Selain kegiatan akademik, rangkaian Milad ke-57 UIN SUNA juga diisi dengan promosi buku karya dosen dan mahasiswa Fakultas Syariah, kegiatan gotong royong, serta penanaman pohon produktif sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan penguatan budaya kampus.

Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan Seminar Internasional bertema “Islamic Astronomy in Southeast Asia: Current Trends, Opportunities, and Challenges” yang akan dilaksanakan pada 24 Juni 2026. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Abd. Rahman Dahlan, M.A. dari MUI Pusat, Prof. Madya Dr. Ibnor Azli Ibrahim dari Universiti Islam Sultan Sharif Ali Brunei Darussalam, Mohd. Jumat bin Abdul Rozak dari Pejabat Mufti Negeri Sabah Malaysia, Dr. Arwin Juli Rakhmadi, M.A. dari OIF UMSU, Dr. Arso, S.H., M.Ag. selaku Ketua Lembaga Hisab dan Rukyat Al Washliyah, Dr. Ismail, M.A. dari UIN SUNA, serta Muh. Ma’rufin Sudibyo dari Lembaga Falakiyah PBNU. Seminar ini membahas perkembangan astronomi Islam di Asia Tenggara, penyatuan kalender hijriah, observasi hilal, serta peluang kolaborasi keilmuan lintas negara.

Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, Fakultas Syariah menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan budaya akademik, penelitian, dan publikasi ilmiah sebagai bagian dari kontribusi nyata bagi masyarakat dan peradaban.

Share this Post