Bersama Rektor, Dekan Fakultas Syariah Perkuat Kolaborasi dengan Kemenkum Aceh
Lhokseumawe – Rektor Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, M.Ag. menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Aceh, Dr. Drs. Meurah Budiman, S.H., M.H. Dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Dekan Fakultas Syariah dan pihak Kanwilkum Aceh.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam forum Sosialisasi Layanan Administrasi Hukum Umum dan Kekayaan Intelektual bagi para pelaku usaha yang digelar di Hotel Diana, Kota Lhokseumawe, Selasa (28/4/2026). Forum ini menjadi wadah strategis dalam memperkuat pemahaman masyarakat terhadap layanan hukum serta pentingnya perlindungan hak kekayaan intelektual.
Acara dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Aceh yang menegaskan bahwa edukasi hukum dan perlindungan kekayaan intelektual menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing pelaku usaha sekaligus menciptakan kepastian hukum di tengah masyarakat.
Rektor UIN Sultanah Nahrariyah Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, M.Ag., menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah. Dekan Fakultas Syariah menambahkan bahwa keterlibatan fakultas dalam kerja sama ini menjadi peluang besar untuk menghadirkan program nyata dan manfaat bagi civitas akademika. Hal ini juga berdampak langsung bagi masyarakat luas melalui peningkatan literasi hukum dan kemudahan akses terhadap layanan hukum.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Plt. Asisten I Setda Kota Lhokseumawe, Rektor Universitas Islam Aceh Bireuen, Area Manager BSI Kota Lhokseumawe, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, Kepala Lapas Kelas II A Lhokseumawe, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Lhokseumawe, serta jajaran pimpinan UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe.
Melalui kerja sama ini, diharapkan terbangun sinergi berkelanjutan dalam memperkuat kesadaran hukum masyarakat serta mendorong perlindungan kekayaan intelektual yang lebih optimal di Aceh.